Sabtu, 10 September 2016

Kejutan Pertama

Mei 2016

Pagi itu kudengar suara handphone berdering nyaring.
 Ya hari itu adalah hari dimana aku harus bangun pagi dan menyelesaikan tugas ku untuk membantu teman lain karena kita sedang mengadakan penggalangan dana untuk acara dikampus kami, yeeah acara yang setiap tahun pasti ada karena Pak Dosen selalu memberi pengarahan yang sama.
Rencananya kami akan pergi ke Pulau Tidung bersama teman dan beberapa Dosen.

Oh yaa perkenalkan namaku Regita Estalee
Umurku 21 tahun. Aku mempunyai pacar dan hubungan kami sudah hampir mencapai lima setengah tahun. Cukup lama bukan? Tetapi hubungan kami sedang tidak berjalan mulus. Mungkin bisa dibilang sudah di ujung tanduk.

Kembali ke kegiatan kampus!

 Kegiatanku di kampus kali ini sangat menyita waktu ku sampai aku dan pow (panggilan untuk pacarku) jarang memberi kabar, kelelahan mencari dana dan bolak balik kesana sini membuatku lelah dan tidak ingin memikirkan pacar, mungkin bisa dibilang berubah cuek kali yaa..
setiap hari yang kulakukan adalah bekerja, ngumpul ngomongin kegiatan, sibuk mencari dana, kuliah, ikut rapat kegiatan dan banyak lagi.

 Sampai akhirnya kejutan pertama ini datang. Muncul ke permukaan bumi tanpa di undang.
Pow mulai menuntut kesibukanku yang semakin hari semakin padat. sebenarnya untuk frekuensi bertemu dengan pow bisa dibilang kami hampir setiap hari bertemu, karena pow selalu menjemputku setiap pulang kantor, tetapi hanya benar-benar menjemput kemudian langsung pulang, tidak ada acara mampir mampir. yaaa karena aku yang menginginkannya, aku ingin punya waktu istirahat demi menjaga kebugaran tubuh agar tidak cepat drop. bukan pengertian yang kudapat melainkan selalu kecemburuan, tuduhan dan semacamnya. membuatku semakin lelah karena kegiatanku sedang menumpuk.
 Selama kegiatan kampusku berlangsung, aku hampir selalu bersama key (sebut saja begitu). Dia yang membantuku dalam banyak hal, mensupport ketika lelah, ketika mood ku mulai berantakan.
pow setiap hari marah-marah dan selalu ada key disisiku, hayooooo.. tau lah ya jadinya apa.

Kegiatanku untuk acara ke pulau di adakan akhir Mei, kebetulan teman-teman dan Pak Ketua mempercayakan aku menjadi seksi konsumsi. Menyiapkan makanan agar seluruh peserta kegiatan tidak kelaparan haha. sehingga malam itu aku diharuskan pergi ke pasar senen untuk membeli jajanan pasar yang akan diberikan untuk peserta besok pagi, ketika itu aku pergi bersama key. Tetapi saat itu pula pow sibuk mencariku, menelfonku berkali-kali mencari keberadaanku, handphone di silent dan aku taruh di tas. Panggilan telepon tidak ada yang terjawab dan pow mulai terbakar emosi.

Kulihat handphone dan segera ku telepon balik karena aku tau pasti dia sedang marah besar, yups dugaanku tidak meleset, dia chat dengan menggunakan "gue, elu" sangat tidak biasa bagi dia mengatakan hal itu. Tetapi keadaan tidak memungkinkan untuk merayu nya karena besok aku masih ada tugas untuk ke pulau.

Akhirmya hari itu tiba.. hari penantian kami (anak kampus) untuk pergi ke pulau bersama, langkah terakhir untuk menyelesaikan tugas. Aku semakin terhanyut dalam kesalahanku yang semakin hari semakin dengan key dan semakin hari semakin tidak perduli dengan pow.
Tapi hari itu berbeda, pow tidak membalas sedikitpun chatku. Dia mengabaikan semua panggilan telepon dariku. Hari pertama di Tidung aku terbawa senang oleh kegiatan kampus sampai tidak memikirkan keadaan pow, mungkin bisa dibilang juga aku berselingkuh karena aku semakin dekat dengan key. Malam hari aku mulai sibuk mencari keberadaan pow, tak terasa saat itu air mataku deras mengalir karena merasa bersalah. Tetapi lagi dan lagi key selalu berada disampingku, dia yang mengusap setiap bulir air mataku. Dia yang menyiapkan pundak untuk aku bersandar.

Tuhan, mungkin itu cobaan kesetiaan. Dan aku terjebak didalam kenyamanan yang diberikan key.

Satu hari, Dua hari, Tiga hari..
 Pow tidak pernah memberi kabar. Hingga tiba-tiba dia memberi kabar mengatakan putus. Selama lima tahun lebih aku berpacaran dengannya, tidak pernah dia mengatakan putus.

 Aku masih ingat jelas semuanya. Bagaimana rasa sakitnya ketika dia mengatakan itu semua.
Hancur? Teramat sangat hancur, Pedih? Teramat sangat pedih. Tetapi lagi dan lagi selalu ada pundak key, selalu ada belaian key, selalu ada candaan kecil untuk menghiburku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar