Juni 2016
Ucapan itu keluar dari mulut key, dia berkata "Aku yakin bisa menggantikan dia"
Saat
itu jawabanku adalah "Aku udah gak butuh pacar, aku butuh suami karena
aku sudah terlalu kenyang pacaran. Aku takut pacaran dan gagal lagi, Aku
mau nikah dan kamu harus pastiin kamu bisa nikahin aku" mungkin saat
itu adalah jawaban orang galau kali yaa,, tetapi jawaban key di luar
dugaanku "Aku janji aku bakal nikahin kamu" . Mendengar jawabannya, hati
ini bimbang tak karuan dan aku meminta bukti untuk ucapannya. Kemudian
key memang semakin membuatku percaya kalau dia serius dan ingin menikah.
Dia mengenalkanku pada orang tuanya.
Hati ini semakin
hari semakin galau, pow terus mendekatiku, berkali-kali aku membuat
keputusan kemudian mengingkari. Saat itu santapan hari-hariku adalah air
mata. Ya apapun yang aku putuskan, aku akan menyakiti hati.
Di
satu sisi aku menyayangi pow, di satu sisi aku mulai merasa semakin
nyaman dengan key, Bahkan amat semakin nyaman. Hati, pikiran, ego, mulai
bercampur aduk menjadi satu, Aku menginginkan keduanya. Aku tidak ingin
kehilangan satupun.
Sampai dititik mereka mengatakan mundur
dalam hari yang bersamaan, pow mengatakan mundur dan key juga begitu.
Hati ini semakin dibuat tak karuan.. ingin rasanya aku menyalahkan
seseorang. Tetapi satu-satunya yang salah disini adalah aku. Aku mulai
termakan dengan kenyamanan yang setiap hari diberikan key. Hati ini
mulai menutup untuk pow, dia terpukul dia kecewa, lagi dan lagi hatiku
bimbang. Aku masih menyayangi pow. Aku tidak bisa lihat dia bersedih
sedemikian rupa.
Ketika sebelumnya aku memilih key, akhirnya aku memilih
pow untuk kembali bersamanya. Tetapi lagi-lagi hatiku dibuat bimbang.
Ketika malam itu aku memutuskan untuk mengakhiri semuanya dengan key,
air mata disana sini. paginya pow menelpon bahwa dia tidak ingin
bersamaku.
Hancuuuuuuuuuurrrrrrr........ Hancur sehancur hancurnya.
Aku tidak tahu apa yang aku lakukan saat itu, perasaanku campur aduk. Aku pergi sendirian keluar rumah, aku melihat jalan. Aku semakin jauh dengan Tuhan. Sepanjang jalan aku menangis meratapi hidupku yang semakin tidak bisa aku tebak. Aku sudah belajar memilih, aku sudah mencoba tetapi hanya kecewa yang aku dapat. Ketika itu pow menjemputku. Dia datang menjemputku untuk pulang kerumah, permintaanya hanya satu. Agar aku pulang kerumah, tidak kabur-kaburan. Entah dia sadar atau tidak. Dia yang membuat aku hancur berantakan.
Hatiku yang super bimbang ini akhirnya membuat keputusan bulat yang tidak bisa diganggu gugat. Aku menyatakan akan menjadikan hubunganku dengan key, tetapi air mata ini belum berhenti. Aku masih tidak bisa ikhlas menerima bahwa hubunganku harus berakhir di tengah jalan. Hubungan yang aku bina susah payah selama lima tahun harus kandas dengan cara seperti ini. Aku semakin hari semakin kalut. Tetapi key selalu sabar menghadapiku. Hati ini semakin luluh, cinta mulai tumbuh, rasa sayang mulai bertebaran. Aku mulai menyukainya, bahkan aku mulai mencintainya.
Semakin hari rasa sayangku kepada key semakin bertambah. Rasa sedih mulai berganti menjadi bahagia, setiap hari rasa rindu menyelimutiku. Rasa ingin bertemu setiap hari selalu ada. Cinta ini semakin berkembang tanpa ada kontrol.
Aku semakin terlena dengan cintanya, aku semakin dibuat cinta oleh key..
Hanya dalam waktu kurang dari sebulan aku sudah bisa sayang dan cinta kepada key
Hebat sekali, karena sebelumnya bisa bertahun-tahun orang baru bisa membuatku cinta. Dia hanya butuh waktu kurang dari sebulan. Aku sudah tidak menyesal dengan keputusanku. Aku merasa keputusanku adalah benar.
Bahagia selalu kurasakan setiap harinya, cinta dan sayang diantara kami semakin besar.
Sampai akhirnya dia harus meninggalkanku karena pulang kampung, cuma mudik sih. Tapi kalo lagi super cinta sih kayak berasa mau ditinggal kemana tau.. hahaha cinta itu buta yaaaa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar